Senin, 20 Juli 2009

Bom Oh Bom

Padahal selama 5 tahun ini Indonesia sudah aman, damai, sejahtera. Sedih banget rasanya melihat kejadian "super" ini terjadi lagi. Tapi apa mau dikata "nasi sudah menjadi bubur". T_T. Oh Tuhan mengapa ini bisa terjadi lagi? Mungkin ada hikmah dibalik peristiwa ini. Jujur saja rasa sedih semua bercampur aduk, marah, sedih, pilu, simpati, kesall. Tetapi kita tidak boleh berlarut-larut dalam kesedihan ini. Saatnya kita bangkit menuju masa depan yang lebih cerah lagi, kita perangi teroris.
17 Juli 2009, hari dimana Ibu pertiwi kita menangis kembali. Ya Tuhan, kapankah aku bisa melihat Ibu pertiwi tersenyum kembali. 2 buah bom kembali memaksa meruntuhkan impian-impian seluruh bangsa Indonesia, seluruh rakyat Indonesia seakan dipaksa menangis oleh hal itu, impian-impian yang akan dienyam seakan meleleh begitu saja, seluruh dunia terhenyak akan peristiwa ini. Mengapa?? begitu teganya orang yang melakukan ini, apa sih tujuannya?? Apa hanya sebuah kepentingan pribadi, sebuah kepuasankah, sebuah kesenangankah??? Apakah mereka tidak melihat akibat yang mereka timbulkan, lalu apakah mereka senang, tertawa, gembira melihat kesedihan orang lain, melihat penderitaan orang lain.
Tetapi semua itu tidak perlu kita sesali lebih dalam lagi, kita hanya akan menyiksa diri kita sendiri. Saatnya kita bangkit bersatu padu untuk memerangi semua itu. Baik seluruh bangsa, suku, ras, agama..ayo kita bangkit menuju hari yang lebih baik...hari dimana Ibu Pertiwi tersenyum kembali melihat bangsanya yang makmur, dan aman.

Selasa, 09 Juni 2009

Udah lama ga nulis blog...

Udah berapa lama ya ga nulis blog???? 5 bulan kali ya??
Mungkin kesibukanku selama ini yg membuat aku ga nulis blog baru atau ada alasan lain ya??
Ya, kesibukankulah yang beberapa kali menunda aku tuk menulis blog lagi... hehehehe.. Praktek kerja selama satu tahun.. wuih.. banyak kerjaan & ga bisa ditunda2 lagi.....
Aku berpikir mungkin setelah praktek kerja aku bisa nulis diary lagi.. eh ternyata nggak, karena terlambat masuk sekolah udah telat 3 mingguan, n aku harus ngejar ketertinggalan beberapa pelajaran apalagi matematika... huh... untungnya bisa ngejar semua itu.... Ditambah lagi perisapan buat ujian kompetensi (serem bgt) dalam 3 hari harus selesai sebuah produk yang nantinya dipresentasikan sebagai salah satu syarat kelulusan, bergadang seharian ampe punggungku pegel2. Tapi Alhamdulillah aku bisa ngelewatin itu semua...
Setelah itu buat persiapan Ujian Teori, untunngya soalnya ga terlalu sulit.... N selanjutnya persiapan buat Unas.. selama 2 minggu digembleng abis2an.. kelas dipecah, dibuat kelas2 sendiri...yang bikin aku pusing, aku masuk kelas C1 yaitu kelasnya anak2 yg otaknya top cerr... Yg bikin aku sebelll guru Matematikanya sedikit menerangkan (maaf pak) jadi aku sulit ngikutin.. pertama2 ulangan matematika nilaiku jelek2, trus gurunya ngasih soal yg sulit2 lagi.
Eh tapi untungnya dari semua itu ada hikmahnya... aku bisa mengerjakan soal2 matematika Unas (Alhamdulillah) tapi ya nggak tau betul apa salahnya... Yach moga2 aku bisa lulus dengan hasil yang baik, supaya bisa ngelanjutin skul lagi atau mungkin kerja.. Amiinnn !!!

Kamis, 21 Agustus 2008

Upacara Di Istana Merdeka

Setelah beberapa tahun hanya bisa menyaksikan dari televisi, akhirnya Alhamdulillah saya bisa melihat secara langsung upacara HUT RI ke 63 di Istana Merdeka. Senang sekali rasanya bisa menyaksikan secara langsung upacara tsb. walaupun agak ke bagian belakang (he he). Berangkat dari kantor Setwapres pukul 09.00 sampai di istana sekitar 09.10. Lalu menuju ke tempat upacara. Senang sekali di sana karena saya bisa bertemu banyak orang. Mulai dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, Pak. JK (ampe bosen), ketua MPR kita Hidayat Nurwahid, Kapolri, Para Menteri di Republik Indonesia, Artis2, sampe para reporter TV yang sering nongol di acara berita di TV.

Di dalam Istana saya bisa menyaksikan persiapan para PASKIBRAKA (pasukan pengibar bendera sangsaka). Seru sekali rasanya melihat ekspresi PASKIBRAKA sebelum dan sesudah pengibaran. Ada yang keringetan, gugup, berdoa, ampe yang menitikkan air mata (huuwaaaa). Pukul 10.00 upacara dimulai, suara sirine terdengar lalu suara meriam sebanyak..... (berapa kali ya???) berdentum di Istana. Dumm......... rasanya bergetar semua (kayak gempa bumi). Lalu pengibaran bendera, saat bendera mau dibentangkan semua orang deg2kan (berhasil apa ga ya benderanya dibentangkan?). Eh, ternyata berhasil, lalu semua orang di sekitarku bilang begini "huh, alhamdulillah". Saat lagu Indonesia Raya berkumandang rasanya hati ini deg2kan. Melihat bendera dinaikkan rasanya pingin nangis. Beda kalau upacara hari Senin di sekolah (rasanya biasa aja (kurang ajar)). Selesai sudah upacaranya, lalu semua peserta upacara ke belakang istana makan2 deh disitu.


Setelah itu, balik deh ke kantor. Abis itu nungguin di kantor ampe jam 16.30, lalu balik lagi ke Istana Merdeka tuk ngikutin upacara penurunan bendera. Sebelum upacara penurunan bendera diadakan pertunjukkan budaya di Istana mulai dari Sabang - Merauke. Juga banyak penyanyi2 ibukota yang bernyanyi. Kemudian pertunjukkan ditutup dengan atraksi menarik dari para Taruna (seru sekali pertunjukkanya!). Pukul 17.00 upacara dimulai dengan khidmat. Ampek Maghrib balik deh ke kantor.


Pukul 19.00 saya balik ke Istana merdeka tuk ngliput acara resepsi kenegaraan. Resepsi kenegaraan adalah acara para perwakilan negara2 luar (dubes) ngasih slmat ke presiden dan wakil presiden. Banyak sekali dubesnya, ada 200an negara. Setelah itu para dubes dijamu di halaman belakang Istana Merdeka dengan berbagai makanan dan pertunjukkan yang dimeriahkan oleh artis2 dan penyanyi2 ibukota. Slesai.............................!

NB : Sampe rumah jam 23.00 tidur ampe pagi bangun siang........


Minggu, 03 Agustus 2008

My new sweet baby - Eugene!



What do you think about my little new baby Eugene?
MakeMeBabies.com - What will your baby look like?

Rabu, 16 Juli 2008

Tips Memilih Sepatu Olahraga
Andi Abdullah Sururi - detiksport



Jakarta - Jangan anggap sepatu olahraga yang biasa Anda pakai jalan-jalan juga cocok buat dipakai berolahraga. Salah-salah pakai, bisa-bisa malah kaki Anda yang dibawa jalan-jalan ke rumah sakit.

Berikut ini beberapa tips yang mungkin bisa dijadikan acuan dalam memilih sepatu untuk berolahraga:

Jangan bikin sepatu multifungsi.

Sepatu untuk jalan biasanya lebih keras/padat; sepatu untuk olahraga (lari) lebih fleksibel, dengan bantalan ekstra untuk meredam efek getaran. Untuk kedua aktivitas itu, belilah masing-masing sepasang.

Ukur kaki secara berkala.

Jangan dikira ukuran kaki tidak berubah setelah dewasa. Menurut penelitian, makin hari ukuran kaki seseorang bisa berubah. Cek ulang ukuran kaki Anda minimal dua kali setahun.

Beli setelah beraktivitas.

(Ukuran) Kaki bisa berkembang tergantung pada aktivitas. Usahakan membeli sepatu ketika kaki dirasakan sedang dalam ukuran terbesarnya.

Bawa kaos kaki.

Karena kaos kaki menyempurnakan kenyamanan memakai sepatu, bawa kaos kaki yang biasa Anda pakai sehingga sepatu yang dijajal di toko pas dengan yang akan Anda pergunakan.

Jangan langsung merasa enak.

Jangan langsung jatuh hati pada sepatu yang ingin Anda beli hanya dengan mencobanya di depan cermin. Pakai dulu berjalan atau berlari di sekitar toko biar betul-betul enak memakainya saat berolahraga.

Sesuaikan aturan ibu jari.

Perhatikan jarak ideal sepatu dengan ibu jari kaki, punggung kaki, dan tumit kaki. Kalau terlalu longgar tentu akan selip, tapi terlalu ketat juga bisa bikin lecet.

Money doesn't lie.

Kebutuhan dan anggaran setiap orang untuk membeli sepatu olahraga pasti berbeda-beda. Tapi percaya deh, barang yang harganya Rp 50 ribu tentu berbeda kualitasnya dengan yang Rp 500 ribu.

Perhatikan kapan harus mengganti.

Idealnya, sepatu olahraga sudah bisa diganti setelah dipakai sejauh 500-600 kilometer. Juga, jika sol bawah mulai tipis dan sepatu dirasa tak nyaman lagi, sudah saatnya Anda ke toko lagi.

( a2s / din )

Rabu, 09 April 2008

Foto Bersama Ibu Mufidah Jusuf Kalla

Alhamdulillah akhirnya kesampaian juga. Hari Senin kemarin aku dan Pandalu diajak oleh fotografer yang bernama Mas Khrishadiyanto ke rumah kediaman Wakil Presiden di Jl. Diponegoro. Senang sekali rasanya bisa berkunjung ke rumah Wakil Presiden kita, apalagi bisa mondar-mandir di rumahnya sambil liat-liat keadaan rumah (kayak rumah milik sendiri aja....!). Disana aku dan Pandalu membantu sang fotografer untuk memotret Ibu Mufidah. Seneng sekali rasanya bisa bicara langsung dengan Ibu Mufidah, apalagi Ibu Mufidah sekali-sekali mengajak bercanda. Akhirnya saat-saat yang ditunggu-tunggu datang juga, aku dan Pandalu diajak foto bersama dengan ibu Mufidah. Wuih seneng sekali rasanya.........! Kapan ya bisa foto bareng Pak Jusuf Kalla.........?

Senin, 10 Maret 2008

Foto Bareng Kurniawan Dwi Julianto

Hari Jum'at tanggal 7 Maret kemarin. Aku dan teman2 ku yang psg di Diknas jalan-jalan ke Pasar Puring di daerah Jakarta Selatan. Ku dkk gi belanja cari sepatu, bola basket dan celana basket. Muter-muter ga ada pilihan yang cocok. Lama-kelamaan dapet juga. Pas mo beli celana basket, eh disampingku ada Kurniawan D.J. sang pemain Timnas kita. Langsung aja aku, Rifky ma Alan minta foto bareng. He he he! Kapan lagi bisa foto bareng, mumpung ada kesempatan....!